Belakangan ini, bermunculan kelompok-kelompok Islam transnasional [1] yang berusaha menghapus budaya Islam yang sudah mapan di masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut memiliki paham sangat tekstualis atas agama, sehingga pengamalan agama menjadi sangat kaku dan terkesan bertentangan dengan karakteristik Islam di Nusantara. Mereka melakukan gerakan puritan [2] dengan cara yang radikal dan frontal. Pada akhirnya gerakan tersebut malah memunculkan maraknya gelombang takfirisme [3] yang kini marak terjadi di masyarakat kita. Masalah di atas diperparah dengan minimnya pengajaran (orientasi) dan pewarisan budaya di masyarakat kita. Pendidikan kita kini cenderung bersifat materialistik telah menginggalkan norma-norma luhur kultur kearifan bangsa. Maka jangan heran jika banyak dari generasi muda kita tidak memiliki rasa memilki atas budaya bangsanya sendiri, sehingga ketika muncul gerakan-gerakan yang mempertanyakan keabsahan budaya masyarakatnya sendiri, masyarakat tersebut ...